Tak ada kado terindah dihari ulang tahunku selain kamu, pangeran bangkongku.
Tepat dihari ulang tahunku, kamu menjadi kado terindah yang pernah aku dapatkan. Aku tak pernah mengira akan mendapatkanmu secepat ini, bahkan aku tak pernah membayangkan kamu menjadi bagian hidupku. Kamu tahu? Hari itu aku sangat bahagia, sampai-sampai membuat pipiku pegal karena terlalu sering tersenyum (*^▽^*)
Kamu terlalu membuatku nyaman, sayang. Akupun terlalu mencintaimu, hingga aku tak sadar aku mencintaimu dengan cara yang salah. Aku terlalu takut kamu meninggalkanku, hingga aku tak pernah mau melepaskanmu; hingga saat ini.
Dua hari itu, kamu menghilang begitu saja, tanpa memberiku kabar sedikit pun, apakah kamu tahu bagaimana perasaanku? Apakah kamu tahu aku selalu menunggumu? Apakah kamu tahu aku selalu mencoba menanyakan kabarmu kepada teman-temanmu? Kamu entah sibuk dengan apa dan siapa hingga kamu begitu mudah melupakanku. Aku menunggumu hingga akhirnya kamu kembali, entahlah, aku terlalu bodoh atau aku terlalu menyayangimu karena aku selalu memaafkan semuanya.
Tak lama, setelah itu, kamu menghilang lagi, bahkan lebih lama dari sebelumnya. Mungkin kali ini kamu menghilang lebih dari 1 bulan. Sakit sekali rasanya ketika aku harus merayakan hari jadi kita seorang diri, tanpa kehadiranmu, pangeran bangkongku. Sampai akhirnya aku benar-benar merasa kamu sangat berubah, kamu bukan pangeran bangkongku yang dulu aku kenal.
Aku sangat mencintaimu, sayang. Aku berjuang seorang diri untuk mempertahankan hubungan kita, sedangkan kamu, entah sedang apa dan dimana, tanpa sedikitpun memperdulikan aku disini.
Kamu kembali, bukan kembali untuk berjanji akan tetap disampingku, namun kamu kembali untuk mengucapkan kata perpisahan, itu sangat menyakitkan, sayang. Entah apa yang ada didalam pikiranmu, begitu mudah kamu mengucapkan itu. Aku tak pernah membayangkan semua ini akan terjadi, kamu pergi disaat aku sangat mencintaimu, kamu pergi disaat aku sedang berjuang untuk mempertahankan semua ini, sayang.
Aku masih sangat ingat kenangan-kenangan indah saat hubungan kita masih sangat baik; saat kamu belutut dihadapanku seraya memegang bunga, saat kamu mengeluh untuk menjadi tentara seperti yang ayah kamu impikan, semuanya masih sangat terlihat jelas di pikiranku.
Kamu ingat waktu aku dan kamu belum menjadi kita? Saat itu adalah saat-saat bahagia yang takkan pernah terulang kembali, yang aku saat ini aku menyesal mengakhiri semuanya, terkadang aku sangat menyesal kita menjalin hubungan yang lebih ini, aku menyesali hubungan kita, karena aku tahu, persahabatan selalu lebih indah daripada menjalin hubungan lebih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar